Gangguan perdagangan akibat lonjakan kembali infeksi virus corona di Tiongkok menekan impor wine sebesar 20% secara tahunan pada tiga bulan pertama 2022.
Data China Customs menunjukkan wine impor senilai US$348 juta masuk ke negara itu pada Januari-Maret.
Wine Prancis, impor wine terbesar di Tiongkok, turun 16% secara nilai menjadi US$151 juta, sementara wine Chili yang menempati posisi kedua justru naik 3% menjadi US$83,7 juta.
Wine yang diekspor Italia ke Tiongkok turun 16% menjadi US$35 juta. Eksportir Spanyol memasukkan wine senilai US$27,8 juta, turun 17% dibandingkan tingkat pada kuartal pertama 2021.
Wine Amerika melonjak 44% secara nilai menjadi US$11 juta, sedangkan wine Argentina turun 36%.
Wine dari Selandia Baru dan Jerman masing-masing turun 5% dan 6%.
Di antara eksportir utama, Georgia menjadi satu-satunya negara yang mencatat kenaikan ekspor dua kali lipat ke Tiongkok pada kuartal pertama, senilai US$4,6 juta, dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, nilai wine Afrika Selatan menyusut 34% menjadi US$3,7 juta.
Dari sisi kategori, botol impor berisi wine 2 liter atau kurang merosot 22%, botol berisi lebih dari 2 L tapi kurang dari 10 L turun 31%, sedangkan botol berisi lebih dari 2 L naik 5%.
Pada Maret saja, Tiongkok mengimpor wine senilai US$104,5 juta, juga turun 13% dibandingkan bulan yang sama tahun lalu.
10 Eksportir Wine Teratas ke Tiongkok pada Kuartal I 2022
Sumber: China Customs
Kategori Wine pada Kuartal I 2022
Sumber: China Customs
10 Eksportir Wine Teratas ke Tiongkok pada Maret 2022
Sumber: China Customs
Kategori Wine pada Maret 2022
Sumber: China Customs