Pameran wine dan minuman beralkohol terkemuka di Hong Kong, Tiongkok baru-baru ini menarik hampir 10,000 penikmat, terutama dari Asia Tenggara dan pasar berkembang lainnya.
Sebagai acara tahunan yang diselenggarakan Hong Kong Trade Development Council (HKTDC), edisi ke-15 Hong Kong International Wine & Spirits Fair berlangsung di Hong Kong Convention and Exhibition Centre.
Pada 3-5 November, acara yang dianggap sebagai pameran perdagangan wine terpenting di kota ini menghadirkan lebih dari 500 peserta pameran dari 17 negara dan wilayah.
Acara ini menyoroti wine Tiongkok, terutama dari Sichuan, Ningxia, dan Xinjiang, yang semakin populer dalam beberapa tahun terakhir. Master Sommelier asal Tiongkok, Lu Yang, juga membawakan diskusi tentang peluang pasar wine di Tiongkok dan Asia.
Menurut HKTDC, pameran menarik sekitar 7,000 pembeli dari 49 negara dan wilayah, termasuk Korea Selatan, Tiongkok daratan, Taiwan, Tiongkok, Indonesia, dan Malaysia.
Sejumlah importir, pedagang grosir, peritel, dan peritel daring ternama juga berpartisipasi, termasuk JD.com dari Tiongkok, PT. Pantja Artha Niaga dari Indonesia, Royal of Japan Ltd, NARA CELLAR dari Korea Selatan, Albert International Wines & Spirits yang berbasis di Malaysia, KOT Selections dari Singapura, Rose & Young Hunters Global dari Taiwan, Tiongkok, raksasa supermarket Thailand Central Food Retail Company, African + Eastern yang berbasis di Abu Dhabi, serta Red Apron Fine Wines & Spirits dari Vietnam.
Selain itu, pada hari terbuka untuk umum, sekitar 9,000 pengunjung mengikuti tasting wine, masterclass, dan seminar.
Sebelumnya pada Januari, Hong Kong International Wine & Spirits Fair kembali sebagai acara khusus yang sepenuhnya berlangsung tatap muka, dua tahun setelah dihentikan sementara akibat pandemi COVID-19.
Ekspor wine Hong Kong, Tiongkok naik 77% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi HK$1.6 miliar (US$204 juta) pada 2021. Pada tahun yang sama, impor wine juga tumbuh 41% menjadi HK$10.6 miliar (US$1.3 miliar) dibandingkan tahun sebelumnya.