Ekspor ke Tiongkok: Ketahanan di Tengah Perubahan
Pengumuman ini datang ketika ekspor Bourgogne ke Tiongkok daratan menunjukkan ketahanan. Pengiriman naik dari sekitar 1,4 juta botol pada 2015 menjadi sekitar 3 juta botol pada 2024.
Pada sembilan bulan pertama 2025, volume ekspor naik 1,4% dibandingkan periode yang sama pada 2024, mencapai hampir 2,46 juta botol. Meski pendapatan turun tipis 1,7%, angkanya tetap besar, yaitu sekitar €46,7 juta. Pergeseran ini mencerminkan minat yang tumbuh pada rentang appellation Bourgogne yang lebih luas, melampaui sekadar wine koleksi papan atas.
Hasil dari Kerja Sama Bertahun-tahun
Capaian diplomatik ini adalah buah dari proses panjang yang dimulai lewat "100 to 100 agreement" tahun 2020 antara Uni Eropa, Prancis, dan Tiongkok. Dalam beberapa tahun terakhir, Bourgogne Wine Board (BIVB), Confédération des Appellations et Vignerons de Bourgogne, dan sejumlah lembaga publik Prancis mengintensifkan kerja mereka bersama otoritas Tiongkok.
Menurut Laurent Delaunay, Co-President BIVB, konfirmasi atas 70 PDO ini menandai "tonggak simbolis" yang memperkuat posisi wine Bourgogne di Tiongkok dan meletakkan fondasi kokoh bagi pengembangan ke depan.
Empat PDO Sisanya Masih Dalam Proses
Meski kemajuannya besar, empat PDO Bourgogne masih menunggu pengakuan penuh karena sejumlah tahap administratif yang tengah ditelaah. BIVB dan para mitranya memperkirakan persetujuan akhir ini akan menyusul pada waktunya, sehingga melengkapi perlindungan atas seluruh 84 appellation Bourgogne di Tiongkok.
Langkah Penting bagi Pengaruh Internasional
Pendaftaran 70 PDO baru bukan sekadar pembaruan teknis; ia menegaskan makin pentingnya designasi terlindungi dalam perdagangan global. Bourgogne kini memasuki pasar Tiongkok dengan salah satu himpunan appellation terakui yang paling lengkap, menempatkan para produsennya pada posisi yang lebih baik dari sebelumnya untuk membagikan warisan dan keahlian mereka kepada penikmat wine Tiongkok.