Salah satu ajang wine dan spirits terlama di Hong Kong menemukan dorongan baru bagi spirits Tiongkok setelah pemangkasan pajak besar-besaran.
Diselenggarakan oleh Hong Kong Trade Development Council (HKTDC), Hong Kong International Wine & Spirits Fair kembali digelar pada 7-9 November, melanjutkan format hibrida yang diperkenalkan tahun lalu.
Kini memasuki edisi ke-16, pameran wine dan spirits ini akan menghimpun lebih dari 600 peserta pameran dari 20 negara dan wilayah, dengan peserta Afrika Selatan yang bergabung untuk pertama kalinya.
Selain memamerkan beragam minuman beralkohol dari seluruh dunia, acara ini akan memperkenalkan panel serta program penghargaan baru dan menyorot talenta Tiongkok
Para Master of Wine, sommelier, dan pakar industri juga diperkirakan memandu konferensi, sesi tasting, dan seminar.
Dorongan bagi perdagangan spirits
Dalam Policy Address tahunan kepala eksekutif Hong Kong pada Oktober, John Lee mengumumkan pemangkasan besar bea masuk untuk minuman keras kelas atas berharga di atas HK$200 (sekitar US$26) dari 100% menjadi 10%. Sementara itu, tarif bea untuk minuman keras impor senilai HK$200 ke bawah tidak berubah.
Keputusan ini, kata kepala eksekutif tersebut, merujuk pada keberhasilan pembebasan bea untuk wine impor yang dimulai pada 2007 dan pada akhirnya menjadikan kota ini salah satu pusat perdagangan wine terpenting di dunia.
Dalam dekade yang berakhir pada 2018, nilai perdagangan wine Hong Kong naik lima kali lipat menjadi HK$15 miliar (US$1,9 miliar) dari sekitar HK$3,5 miliar (US$450 juta). Namun, pertumbuhan ini tidak begitu menular ke segmen spirits, yang hanya tumbuh sekitar HK$5 miliar (US$640 juta) dalam nilai perdagangan menjadi hampir HK$10 miliar (US$1,2 miliar) pada periode yang sama.
"Pasar baijiu dan wine Tiongkok sedang tumbuh pesat, terutama menyusul usulan terbaru Pemerintah Daerah Administratif Khusus Hong Kong untuk memangkas pajak minuman keras kelas atas. Pameran tahun ini menghimpun lebih dari 600 peserta pameran, dengan peningkatan mencolok pada mereka yang menampilkan baijiu dan spirits Tiongkok dari seluruh dunia," kata deputi direktur eksekutif HKTDC Sophia Chong dalam sebuah pernyataan.
Lembaga riset HKTDC memperkirakan bahwa pemangkasan bea terbaru untuk minuman keras kelas atas akan memberikan keringanan beban pajak antara 24% dan 50% (terutama biaya operasional) bagi pedagang brandy, wiski, dan spirits lain di Hong Kong.
Pada 2023, perdagangan spirits Hong Kong membukukan nilai total US$14 miliar, menempati peringkat ketiga di antara negara Asia lainnya. Singapura memimpin pasar dengan total perdagangan senilai US$46,6 miliar, diikuti Tiongkok daratan dengan US$40,6 miliar, keduanya menguasai hampir separuh perdagangan spirits kawasan.
Sepanjang tahun ini, ekspor spirits Hong Kong mencapai sekitar HK$3,6 miliar (US$460 juta), tumbuh 16% dari periode tujuh bulan yang sama yang berakhir pada Agustus tahun lalu. Sementara itu, impor spirits naik hampir 3% menjadi HK$4 miliar (US$500 juta) pada periode yang sama.
Sebuah seminar di pameran HKTDC akan mengulas lebih dalam sistem perpajakan Hong Kong dan prospek pasar spirits kota ini.
Menjangkau Gen Z
Wine Industry Conference tahunan, salah satu dari banyak sorotan pameran wine dan spirits HKTDC, akan membahas tren konsumsi di kalangan generasi peminum muda saat ini.
Master of Wine Debra Meiburg akan memandu konferensi tahun ini, yang juga akan menelusuri cara menarik pembeli dari kalangan Generasi Z dan milenial.
Secara global, makin sedikit orang yang mulai mengonsumsi minuman beralkohol, terutama di kalangan generasi muda. Khusus di Tiongkok, peminum usia legal dari kalangan Gen Z menjauhi wine, menurut temuan riset terbaru IWSR dan Wine Intelligence.
Mereka yang lahir antara 1997 dan 2012 cenderung mengonsumsi minuman lain seperti koktail dan cider, yang kerap dipromosikan influencer secara daring, menurut riset tersebut.
Tren ini juga berbeda dengan yang terjadi di kalangan milenial (lahir antara 1981 dan 1996), yang membantu mendongkrak impor wine ke Tiongkok satu dekade lalu.
Baijiu dan table wine dalam kaleng
Pameran 2024 akan menampilkan beragam wine dan spirits dari seluruh dunia, termasuk baijiu Tiongkok, sake Jepang, dan wiski Irlandia.
Sorotan akan tertuju pada baijiu Tiongkok, termasuk Zhenjiu dari Guizhou dan Fenjiu berbahan sorgum dari Shanxi.
Sake peraih banyak penghargaan, Ukishiro Sakitama Kodaishu dari Yokota Sake Brewery, serta sake beralkohol rendah dari Hakutsuru House, yaitu Hakutsuru Blanc, akan ditampilkan.
Sorotan pada kategori wiski adalah Clonakilty Single Pot Still Irish whiskey yang disuling tiga kali dan diakui secara global.
Selain itu, Vinette Premium Canned Wines dari Afrika Selatan akan memamerkan table wine inovatif mereka dalam kaleng aluminium yang meraih penghargaan global.
Perintis dari Tiongkok
HKTDC memperkenalkan panel baru, "Sommelier's Picks," pada pameran tahun ini, bersama Reeze Choi, yang nyaris memenangkan kontes bergengsi Best Sommelier of the World 2023. Choi menjadi runner-up kedua dan finalis Tionghoa pertama dalam kontes yang diselenggarakan Association de la Sommellerie Internationale.
Sementara itu, Master of Wine beretnis Tionghoa pertama, Jennifer Docherty, akan memandu blind tasting enam fine wine di acara tersebut.
Stef Yim juga akan hadir, mempresentasikan Azienda Agricola Sciara 760 Metri Etna Rosso miliknya. Pembuat wine kelahiran Hong Kong ini mendirikan winery dan kebun anggur di gunung berapi aktif Etna di Sisilia, Italia, sehingga menyandang julukan "Volcano Winemaker."
Pameran internasional ini juga akan meluncurkan program penghargaan industri baru, Hong Kong Best Spirits Awards 2024. Babak semifinal dan final Hong Kong International Mixology Showdown 2024 yang perdana juga akan digelar.
Pada hari terakhir acara, yang dibuka untuk umum, para pedagang Lan Kwai Fong akan menyajikan koktail khusus, dengan markisa dan Akori Gin asal Jepang, di zona khusus Wine Fiesta.
Pameran wine dan spirits HKTDC tahun lalu menarik hampir 10.000 pengunjung, terutama dari Asia Tenggara, dan menampilkan sekitar 500 peserta pameran dari 17 negara dan wilayah. "Secara keseluruhan, partisipasi dari Tiongkok daratan meningkat 60% dari sisi skala dibandingkan tahun sebelumnya," kata Chong dari HKTDC tentang acara tahun ini.
Edisi ke-16 acara ini akan digelar secara fisik di Hong Kong Convention and Exhibition Centre, sementara pameran daring ditayangkan langsung melalui platform EXHIBITION+ dari Click2Match.