Tiongkok bukan negara dengan tradisi wine yang panjang, tetapi dalam dua dekade terakhir industrinya berkembang pesat, baik dari segi skala maupun kecanggihan. Seiring berkembangnya praktik kebun anggur dan semakin jelasnya identitas wilayah, mengenal varietas yang ditanam di Tiongkok menjadi kunci memahami wine negara ini sekarang.
Ulasan ini memadukan konteks sejarah penanaman dengan relevansi mutu saat ini, menyoroti anggur yang ditanam luas maupun yang kini menentukan gaya wine modern Tiongkok.
Gambaran Berbasis Data
Menurut International Organisation of Vine and Wine (OIV), Tiongkok mengalami salah satu perluasan kebun anggur tercepat di dunia antara 2000 dan 2015, hingga melampaui 800.000 hektare lahan anggur. Sebagian besar area ini diperuntukkan bagi anggur meja, sedangkan anggur wine merupakan segmen lebih kecil yang semakin berfokus pada mutu.
Varietas merah mendominasi kebun anggur Tiongkok, mencakup sekitar empat perlima penanaman anggur wine. Sebagian besar sisanya adalah varietas putih, dengan sedikit anggur teinturier dan hibrida.
Jika pengembangan kebun awalnya mengutamakan varietas yang dikenal secara internasional, beberapa tahun terakhir menunjukkan pergeseran jelas menuju anggur yang lebih sesuai dengan iklim setempat dan gaya yang dituju.